mumbling jaya abadi

Don’t go changing……

Gw suka banget lagu ini, walaupun lebaynya naujubilah, teuteup lagu ini
bisa memancarkan kebahagiaan dalam hati walau setetes… (halah… jijay)

ada  kata2 gw favorit disitu, terasa begitu menggetarkan kalbu,menggoda iman, kata2nya begini:
I don’t want clever. Conversation I don’t want to work that hard
I just need someone that I could talk to
I need you just the way you are
Disaat menyanyi lagu itu dengan penuh kelenaan, tiba2, ada orang (sebut saja si sarmento permen rasa sasaparila) memprotes bait lagu favorit gw ituh
si sar: kenapa sih ada yang I don’t want clever conversation, berarti dia
mengharapkan cewe bodoh dong, menghina derajat kaum wanita…
Gw:ya engga , emang ada saatnya orang ga mau ngomong yang yang ga pinter..
si sar: ya berarti emang dia nganggep ga pinter aja kan?

gw ketawa, sambil mikir… trus diem, apa iya ya?

Akhirnya 3 hari yang lalu, pas gw denger ada manusia di cubicle sebelah
lagi ngobrol sama istrinya di telpon
Sebut saja mas yunus (ssmy) : lah emang kamu mau ayamnya diapain?
Ini mbak fenty (imf): @#$%^&* (mana gw tau dia ngomong apaaaa…)
Ssmy : ya udah, bumbu kuning aja deh…
Ssmy: enak banget itu, jangan digoreng

kriiiik…coba bayangkan kalo jawaban yang dikasi ‘ayam yang diberi bumbu dari keluarga zingiberaceae, dibakar dengan temperatur cukup…jaaaah…

mungkin ya, MUNGKIN…ada masanya orang ga mesti ngomong yang berbobot
ga mesti mesti ngomongin kebijakan pemerintah, atau teknologi
termasyhur saat itu terus terusan (mungkin kategori clever conversation begitu)
Tapi ada saatnya pengen ngomong yang remeh temeh, ngomongin ayam, belek, warna baju, bahkan ngomong fenomena monogamy pada merpati, tarsius dan penguin yang notabene kalo di denger reynald kasali dia bakal geleng2…

*ah masa sih reynald kasali ga  ngomong yang beginian?*

idih tiiih, ngomong  apa sih…

nite brur en bruri… selmat bermalam minggu

9 responses to “mumbling jaya abadi

  1. temen gw pernah teriak gini tih ke orang
    “i wish i were not this damn clever, if clever is what you feel as burden to talk to me”

    yang meureun artinya,
    kadang yg kedengeran pinter2 itu ngga sengaja keluarnya ya.

    jadi tiba2 kesian ama si temen…

  2. hahahaha…

    sebenernya gw jagonya membahas hal tolol macam kenapa ikan digoreng ga merem, atau kenapa nikah itu ga pake selebaran trus lari keliling komplek biar ngirit…

    mmm hal pinter biasanya selingan aja, jadi pembuka omongan, buntutnya mah yang bego2 lagi yang dibahas…

    intinya sih, semua ada tempatnya… pinter? kalo bisa mah ya harus, kalo lagi pengen dodol dodolan apa salahnya?

  3. ratih, susah kalipun komen di sini..

    tih, justru yang susah itu menemukan orang yang membuat kita merasa nyaman untuk melakukan konversasi yang ga clever itu…

    mungkin itulah sebabnya dulu sandrina malakiano memilih rico ceper *aga bias*

    • hahaha hubungannya apa ama rico ceper? teteup buntutnya ama bang eep juga ;p

      yah tapi butuh orang berskill juga sih buat nimpalin obrolan dodol, bukan cuma numpang ketawa doang

  4. ah, ga perlu skill tih. Cukup perlu temen ‘klik’ nya. Eh, i was just thinking that it would be cool if our bf propose us with the line, ‘would you mind doing the unclever conversation with me for the rest of your life?’
    aaaaaa.. *suara2 terharu di sitkom*

  5. pengalaman pribadi ini mah, tak perlu gw menjawab, krn contoh kasus udh nyata dalam hidup mu nak. Ingat lah dulu kau nak, hanya gadis desa polos dan bersahaja sekarang berlumur debu ibukota, mengejar bis kota kesana kemari malah pingsan ditabrak becak… Sekian dan terimakasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s