tadi kan ceritanya beberes kubikel, dan dengan jayanya menemukan bertumpuk tumpuk undangan yang disimpen karena ga tega dibuang. Abis lucu lucu.
Pas lagi nyortir kira kira mana yang harus dibuang, eh keingetan ama buku ainun habibie (iya, buku yang cerita bikin kereta dengan konstruksi badan pesawat itu) ingetnya bukan sama bikin keretanya sih, tapi sama isi cerita tentang bu ainun nya.
Romantis?
Engga.
Yang jelas di mata pa habibie, bu ainun berusaha membuat rumah tenang, sehingga beliau bisa tetap berkonsentrasi sama kerjaannya yang bejibun itu.
Mikirnya nyambung lagi ke sosok mih, bunda, teh neng, mbak indah. Perempuan yang dengan caranya sendiri membuat rumah tenang dan damai dengan segala lebih dan kurangnya sebagai manusia biasa.
Di buku ainun habibie ada satu pernyataan bu ainun kalo hidup sama pa habibie itu ga mudah.
Pas cerita isi buku itu ke laras dia dengan entengnya bilang
‘bukannya idup sama siapa aja ga mudah juga ya?’